Pasar kerja di industri teknologi memang sedang tidak menentu. Data TrueUp mencatat lebih dari 148 ribu pekerja kehilangan pekerjaan sejak awal tahun ini, atau rata-rata 981 PHK per hari. Angka ini 46 persen lebih tinggi dari tahun lalu.

Tapi jangan buruk sangka dulu. Di balik kabar buruk itu, ada peluang besar. Laporan NACE Job Outlook 2026 menemukan bahwa permintaan terhadap keterampilan AI untuk posisi entry-level hampir tiga kali lipat. Kini, 35 persen lowongan kerja untuk pemula mencantumkan kemampuan AI sebagai syarat.

Apa yang Sebenarnya Dicari Perusahaan?

Perusahaan tidak lagi sekadar mencari kandidat yang bisa coding. Mereka ingin orang yang mampu memanfaatkan AI untuk bekerja lebih efisien. Tugas-tugas dasar yang dulu diberikan ke junior, seperti menulis kode sederhana atau testing rutin, kini mulai diambil alih AI.

Akibatnya, jumlah lowongan untuk software developer usia 22-25 tahun turun hampir 20 persen sejak 2024. Sebaliknya, pekerja berusia 30 tahun ke atas justru makin dibutuhkan. Ini artinya, pengalaman dan kemampuan berpikir kritis jadi modal utama.

Skill AI Paling Bernilai Saat Ini

Menurut laporan PwC, pekerja dengan keterampilan AI bisa mendapatkan gaji 56 persen lebih tinggi. Tapi kenaikan ini tidak langsung besar untuk pemula—hanya sekitar 6 persen. Semakin berpengalaman, semakin besar nilai tambahnya.

Yang paling dicari bukan sekadar tahu AI, tapi bisa menggunakan alat-alat spesifik seperti LangChain, Retrieval-Augmented Generation (RAG), Vector Database, Framework Multi-Agent, PyTorch, dan TensorFlow. Namun, untuk entry-level, lebih realistis jika kamu menunjukkan kemampuan menerapkan AI di bidang yang sudah kamu kuasai, misalnya di software development, cybersecurity, atau IT operations.

Tips untuk Kamu yang Ingin Masuk atau Kembali ke Dunia Teknologi

  • Jangan hanya belajar teori, praktikkan langsung dengan proyek nyata.
  • Ikuti kursus online tentang AI dan machine learning dari platform terpercaya.
  • Bangun portofolio yang menunjukkan kemampuanmu memecahkan masalah dengan AI.
  • Jaringan dengan profesional di bidang teknologi melalui LinkedIn atau komunitas.
  • Terus update dengan tren terbaru, karena teknologi berubah cepat.

Intinya, era AI bukan akhir dari karier teknologi, melainkan awal dari peran-peran baru yang lebih menarik. Yang penting adalah kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Jadi, siapkah kamu menyambut tantangan ini?

Reporter: Mutiara Salimah